TNI dan Warga Percepat Penyelesaian Konstruksi Jembatan Garuda di Rohil

IMG 20261103 WA0018

ROKAN HILIR – Pembangunan Jembatan Garuda di Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Selasa (3/11/2026), progres pembangunan infrastruktur tersebut telah mencapai 70 persen.

Capaian ini merupakan hasil pekerjaan bertahap yang melibatkan personel TNI dari Koramil 06/Tanjung Medan bersama masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, satu personel TNI dan lima warga terlibat langsung melanjutkan pengerjaan konstruksi di lokasi.

Pantaun HitamPutih News.id dilokasi, Pekerjaan yang dilaksanakan pada Selasa meliputi pemasangan pagar jembatan dan gelagar. Kedua komponen tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan penyelesaian konstruksi, terutama untuk mendukung kelengkapan dan fungsi jembatan.

Danramil 06/Tanjung Medan, Kapten Arh Yulisman, menegaskan bahwa pengerjaan Jembatan Garuda terus dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan kerja sama antara personel TNI dan masyarakat.

“Kami terus mendorong agar setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses ini karena pembangunan jembatan bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi juga wujud gotong royong untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Yulisman.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung agar hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Untuk pekerjaan berikutnya, pada Rabu (4/11/2026), tim di lapangan merencanakan pemasangan pagar lanjutan dan papan lantai jembatan.

Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh tahapan pekerjaan dilaporkan berjalan aman dengan dukungan personel TNI dan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Garuda di Kepenghuluan Air Hitam memiliki arti penting bagi peningkatan konektivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas warga serta akses terhadap berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Dengan progres yang telah mencapai 70 persen, penyelesaian jembatan tersebut kini memasuki tahapan lanjutan. Konsistensi pengerjaan, kualitas konstruksi, serta sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Pos terkait